“Belum pernah lihat kapalnya. Sekarang malah jadi tanah,” katanya.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan fungsi yang kini berlangsung. Pada malam hari, area dermaga berubah menjadi lokasi aktivitas informal.
Sejumlah pedagang angkringan memanfaatkan ruang yang terbengkalai untuk berjualan hingga larut malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga lain yang enggan disebutkan namanya menyebut aktivitas itu berlangsung rutin tanpa penertiban.
“Setiap malam dipakai jualan. Dari sore sampai tengah malam. Satpol PP juga seperti diam saja,” ujarnya.
Ia juga menyoroti desain infrastruktur yang kini justru menyulitkan warga. Jembatan menuju dermaga dibuat melengkung, diduga menyesuaikan rencana lintasan kapal.
Namun tanpa realisasi waterway, konstruksi tersebut malah menyulitkan pedagang yang membawa gerobak.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






