Akademisi UNIBA “Sepakat” Kuliah Daring dan WFH Kunci Efisiensi Energi

Rabu, 8 April 2026 - 00:42

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

“Surat ini bertujuan untuk penghematan mobilitas. Jika pergerakan kendaraan tidak dibatasi melalui program WFH, beban subsidi BBM pada APBN akan tetap besar. Ini adalah tindakan preventif yang segera,” ujar Sutisna saat dikonfirmasi via telpon, Selasa (7/4/2026).

Dalam Surat edaran nomor 2 Tahun 2026 poin 1 huruf D, Sutisna mengatakan ini menjadi ruang bagi pengajar untuk mempersiapkan bahan ajar, aktivitas riset dan aktivitas lain

“Walaupun di rumah saja, dia bisa mengerjakan aktivitas riset, aktivitas menulis atau menyiapkan bahan ajar dari rumah tidak perlu datang ke kampus.itu maksud dari surat edaran poin nomor 2 tahun 2006 poin 1 huruf D, ” Kata Sutisna.

Di samping itu, ia mencontohkan maksud yang tertuang dalam Surat edaran semula tersebar selama lima hari kerja dapat dipadatkan menjadi tiga hari dengan menambah beban kelas per harinya.

“Selama ini dosen itu ngajar misalnya 1 hari 2 kelas selama 3 hari atau selama 5 hari totalnya 10 kelas. Karena ada program edaran UFH itu pemimpin guru tinggi dapat menyusun jadwal ulang atau mereschedule jadwal perkuliahan yang setiap hari datang ke kampus, kemudian bisa dipadatkan. Jadi, satu hari tadinya 2 kelas menjadi 3 kelas.Nah, itu kelas sisanya yang tidak terpakai, itu bisa digunakan bekerja dari rumah, ” Ucap Sutisna.

Tantangan Kecerdasan Buatan

Terkait efektivitas pembelajaran, Sutisna menilai sistem hybrid bukan hal baru bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Pola pencampuran antara luring (tatap muka) dan daring dianggap mampu menciptakan efisiensi biaya bagi mahasiswa, seperti pemangkasan biaya transportasi dan konsumsi, serta efisiensi operasional kampus pada penggunaan listrik.

Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai tantangan teknologi, khususnya penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) yang kian masif

“Pembelajaran jarak jauh, terutama di bidang ilmu sosial dan humaniora, masih efektif. Namun, tantangan terbesarnya adalah AI. Mesin bisa menggantikan proses berpikir mahasiswa,” kata Sutisna.

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kali Ciputat Diduga Jadi Mall Bintaro XChange, Pengamat Trisakti; Pelanggaran Tata Ruang!
Perkara Dugaan Korupsi di PDAM Tirta Kalimaya Lebak Rp 15 Miliar Disorot Kuasa Hukum
IMC Minta Kejari Cilegon Serius Tangani Dugaan Korupsi Reses DPRD 2024-2025
Urus Pengangguran di Banten, Kepolisian-BLK Latih 560 Warga Siap Kerja
Ironi Pemuda di Serang; Dibacok OTK Hingga Terkapar di Rumah Sakit
Iip Makmur Ingin Kader PKS di Banten Ada di Tengah-tengah Rakyat
Senyum Bahagia 87 Pasien Katarak di Serang Kembali Melihat Dunia Berkat Operasi Gratis
Anak Usia 13 Tahun Digauli Pegawai SPPG di Kabupaten Serang, Aksinya Direkam!
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 22:53

Kali Ciputat Diduga Jadi Mall Bintaro XChange, Pengamat Trisakti; Pelanggaran Tata Ruang!

Senin, 27 April 2026 - 22:35

Perkara Dugaan Korupsi di PDAM Tirta Kalimaya Lebak Rp 15 Miliar Disorot Kuasa Hukum

Senin, 27 April 2026 - 21:26

IMC Minta Kejari Cilegon Serius Tangani Dugaan Korupsi Reses DPRD 2024-2025

Senin, 27 April 2026 - 12:46

Urus Pengangguran di Banten, Kepolisian-BLK Latih 560 Warga Siap Kerja

Senin, 27 April 2026 - 11:18

Ironi Pemuda di Serang; Dibacok OTK Hingga Terkapar di Rumah Sakit

Berita Terbaru

Exit mobile version