Ia menegaskan, gagasan tersebut bukan untuk menonjolkan satu etnis tertentu, melainkan bagian dari strategi pengembangan pariwisata kota. Kawasan itu diharapkan menjadi simbol keberagaman sekaligus magnet ekonomi.
Namun, rencana ini juga menuntut kesiapan sosial dan tata ruang. Labelisasi kawasan berbasis identitas budaya berpotensi memicu perdebatan jika tidak dikelola secara inklusif.
Budi mengajak masyarakat untuk melihat rencana tersebut dalam kerangka pembangunan kota yang lebih luas. Sebagai ibu kota Provinsi Banten, Serang, kata dia, perlu terbuka terhadap perubahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harus maju berpikir. SDM harus lebih unggul. Kita ini ibu kota, jangan sampai terjebak opini yang tidak jelas,” ujarnya.
Ia menilai, dinamika pembangunan di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Agis mulai menunjukkan tren positif. Salah satunya tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






