Perselisihan disebut bermula dari teguran urusan keluarga yang berujung pada dugaan pembacokan terhadap salah satu pelaku berinisial J.
“Setelah kejadian pembacokan itu, J sempat mencari keberadaan Munir dan juga melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Namun kemudian yang bersangkutan bersama lainnya melakukan tindakan main hakim sendiri,” ungkap Alfano.
Sempat Diamankan, Berujung Meninggal
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Munir sempat diamankan oleh para pelaku dengan alasan hendak diserahkan ke pihak kepolisian. Namun situasi di lokasi yang ramai membuat korban justru dibawa ke balai desa setempat.
Di lokasi tersebut, Munir diduga mengalami pemukulan, diikat, dan dikunci oleh para pelaku.
Kondisi Munir kemudian memburuk dan sempat dibawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara. Karena keterbatasan fasilitas medis, korban kembali dirujuk ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP).
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya