“Antusiasme warga luar biasa! Ratusan peserta ikut berbagai lomba, mulai dari marawis, modern dance, silat tradisi, sampai olah vokal grup. Kami ingin mewadahi potensi seni budaya anak muda dan komunitas yang mungkin belum tersalurkan,” kata Boyke.
Selain serangkaian lomba yang memukau, pengunjung juga dimanjakan dengan beragam pertunjukan seni dan budaya.
Ada barongsai, tari kreasi, modern dance, hingga bazar UMKM yang menjual sembako murah — sukses bikin Taman Eco Park ramai dipadati masyarakat. Boyke juga menekankan aspek edukasi dari festival ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lewat festival ini, kami ingin kenalkan lagi sejarah Bendungan Pintu Air 10 yang sudah ada sejak era kolonial dan masih berfungsi vital mengatur aliran air Sungai Cisadane sampai sekarang,” pungkasnya. (Zis/Red)
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






