Kepala Desa Petir, Wahyudi, mengaku syok berat atas penggelapan yang dilakukan oleh anak buahnya sendiri. Ia memastikan telah mengecek rekening koran dan menemukan saldo dana desa sudah kosong melompong.
“Betul dana Desa Petir diduga digelapkan oleh inisial YL selaku bendahara desa. Saya sangat syok karena aliran dana itu mengalir ke rekening pribadi,” kata Wahyudi.
Wahyudi mengungkapkan, YL diketahui kabur dari rumahnya sejak 26 September lalu. Kerugian material sebesar kurang lebih Rp 1 Miliar ini pun berimbas langsung pada masyarakat Desa Petir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara infrastruktur ini akan terhambat. Kami mohon maaf ke masyarakat Desa Petir atas kejadian ini.”
Wahyudi berharap pelaku segera tertangkap. Pasalnya, ulah lancung YL ini tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga mengancam ambruknya berbagai program pembangunan di Desa Petir.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya