TOTALBANTEN.COM, SERANG – Ironi pendidikan dasar kembali terpampang nyata di Kabupaten Serang. Dua ruang kelas di SDN 1 Penggalang, Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, tampak lebih menyerupai bangunan mangkrak daripada ruang belajar. Plafon yang rusak dan kamar mandi yang tidak layak pakai menjadi potret buram wajah pendidikan di bawah kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Rabu (24/9/2025),
Tim media meninjau langsung kondisi sekolah. Hasilnya: memilukan. Dua ruang kelas, yakni kelas 1 dan kelas 3, berada dalam kondisi rusak berat dan sangat membahayakan keselamatan siswa. Ironisnya, di tengah kondisi yang mengkhawatirkan ini, pemerintah daerah justru seperti pura-pura tidak tahu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk saat ini, sekolah kami mengalami kerusakan berat di dua kelas. Selain itu, kamar mandi juga kondisinya jauh dari memadai,” ujar Subhan (50), guru senior di SDN 1 Penggalang, dengan nada getir.
Menurut pantauan lapangan, kerusakan bukan sekadar ringan. Genteng banyak yang jebol, dinding kusam fasilitas kamar mandi tak ubahnya bangunan terbengkalai.
“Rusak semua. Enggak layak pakai. Bisa dilihat sendiri, dari jauh pun kelihatan,” tambahnya.
Lebih tragis lagi, pihak sekolah mengaku sudah berulang kali mengajukan permohonan renovasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang serta Pemerintah Kabupaten Serang. Namun, hingga kini tak ada tindakan nyata. Seolah-olah, keselamatan dan hak belajar murid di pelosok hanyalah deretan angka dalam laporan birokrasi yang tak penting.
Minimnya respons dari Dindikbud Serang dan Pemkab Serang menunjukkan betapa rendahnya perhatian mereka terhadap akses pendidikan yang aman dan layak. SDN 1 Penggalang bukan satu-satunya kasus, tetapi salah satu dari banyak sekolah yang diabaikan.






