Gubernur Banten Andra Soni: Pemprov Banten Terus Berupaya Turunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Minggu, 27 Juli 2025 - 05:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Pemerintah Provinsi Banten komitmen terus mengupayakan penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran. Salah satu tujuan pembangunan adalah penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran.

Hal itu diungkap Andra Soni kepada wartawan di Gedung Negara Provinsi Banten Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Jum’at (25/7/2025).

“Mudah – mudahan kita bisa terus menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Banten. Keberhasilan pembangunan pemerintah salah satunya di situ (penurunan angka kemiskinan, red),” ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemudian angka pengangguran juga. Kita akan terus berupaya. Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten di Triwulan I Tahun 2025 mencapai 5,19,” tambah Andra Soni..

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Banten dalam Berita Resmi Statistik No. 35/07/36/Th. XIX, 25 Juli 2025, penduduk miskin Provinsi Banten pada periode Maret 2025 turun 4,7 ribu orang atau 0,07 persen menjadi 772,78 ribu orang atau 5,63 persen dari 777,49 ribu orang atau 5,70 persen pada September 2024. Penurunan penduduk miskin turut didorong oleh inflasi yang terkendali dan pertumbuhan pada industri pengolahan.

BACA JUGA :  Momen Hari Santri Nasional; Umar Barmawi Desak Gubernur Banten Sempurnakan Perda Ponpes

Periode Maret 2025, angka garis kemiskinan pengeluaran rumah tangga di Provinsi Banten sebesar Rp3.571.692. Sedangkan Garis Kemiskinan per kapita mencapai Rp684.232.

Rata – rata rumah tangga miskin di Provinsi Banten memiliki anggota rumah tangga sebanyak 5,22 orang. 

Garis kemiskinan untuk kebutuhan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan, setara 2.100 kalori per kapita per hari pada 52 jenis komoditi.

Sedangkan garis kemiskinan untuk kebutuhan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok bukan makanan lainnya.

BACA JUGA :  Gubernur Andra Soni: Kebudayaan Bukan Sekadar Kenangan, Tapi Energi Baru Ekonomi Masa Depan!

Di perkotaan mencapai 51 jenis komoditi bukan makanan. Sedangkan di perdesaan mencapai 47 jenis komoditi bukan makanan.

Peran komoditas pangan mencapai 73,01 persen dalam angka garis kemiskinan. Jenis komoditas makanan itu antara lain: beras, telur ayam ras, rokok filter, dan kopi bubuk instan. Sedangkan komoditas bukan makanan antara lain: perumahan, bensin, pendidikan, listrik, serta perlengkapan mandi.

Paska pandemi Covid-19, tren penurunan angka kemiskinan di Provinsi Banten terus terjadi sejak periode Maret 2023. Dari 6,24 persen pada periode September 2022 turun menjadi 5,63 pada periode Maret 2025.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 5,58 persen. Dibanding September 2024, jumlah penduduk miskin Maret 2025 perkotaan naik sebanyak 21,4 ribu orang. 

BACA JUGA :  UMP Banten 2026 Naik 6,74 Persen Jadi Rp3,1 Juta

Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 5,89 persen. Jumlah penduduk miskin perdesaan menurun sebanyak 26,1 ribu orang.

BPS Provinsi Banten mencatat, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2024-Maret 2025. Antara lain: pertama, terjadi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Februari 2024– Februari 2025 sebesar 0,38 persen poin; kedua, inflasi y-o-y pada periode Maret 2024–Maret 2025 terkendali sebesar 0,70 persen, ketiga, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada Triwulan III Tahun 2024 (y-o-y) sebesar 4,61 persen dan Triwulan I Tahun 2025 (y-o-y) sebesar 5,48 persen; serta keempat, industri pengolahan baik secara q-to-q dan y-o-y tumbuh secara positif, yaitu sebesar 0,61 persen dan 4,51 persen.

 

Penulis

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirut PT Raja Goedang Mas Jadi Tersangka Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemprov Banten Klaim Kepemilikan Aset Situ Rompong Seluas 2,8 Hektare, Gugatan PT Sahid Putera Lari ke Warga
Pemprov Banten Digugat PT Sahid Putera, Kondisi Situ Rompong Dilaporkan Menyusut
Irbansus Banten Ingatkan Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Diminta Jadi Teladan Integritas di Sekolah
Aksi Maling Berkedok Ojol Grab Gegerkan Masjid di BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Tertidur Usai Bersih-bersih
Riwayat Pencemaran Sungai Ciujung: PT Cipta Paperia Berulang Kali Terseret Kasus Limbah
DLHK Banten Temukan Pembuangan Limbah ke Sungai Ciujung, PT Cipta Paperia Disorot
LPTQ Tangsel Kantongi Hibah Rp22 Miliar, Mengapa Prestasi MTQ Tak Kunjung Naik?

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:34

Dirut PT Raja Goedang Mas Jadi Tersangka Dugaan Pencemaran Lingkungan

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:57

Pemprov Banten Klaim Kepemilikan Aset Situ Rompong Seluas 2,8 Hektare, Gugatan PT Sahid Putera Lari ke Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:25

Pemprov Banten Digugat PT Sahid Putera, Kondisi Situ Rompong Dilaporkan Menyusut

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:37

Irbansus Banten Ingatkan Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Diminta Jadi Teladan Integritas di Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:03

Aksi Maling Berkedok Ojol Grab Gegerkan Masjid di BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Tertidur Usai Bersih-bersih

Berita Terbaru