“Kalau kita bermain catur, filosofinya dalam sekali. Catur mengajarkan kita untuk saling menjaga dan saling mendukung dalam setiap langkah guna mencapai tujuan,” ujar Dimyati.
Ia mencontohkan bidak pion yang membutuhkan perlindungan dan dukungan dalam menjalankan perannya di atas papan catur.
Dengan strategi dan langkah yang tepat, pion bahkan berpeluang berpromosi menjadi buah catur lain yang memiliki kekuatan lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dimyati, filosofi tersebut relevan dengan proses pengembangan generasi muda. Para pelajar membutuhkan pendampingan, bimbingan, dan dukungan agar mampu mengembangkan potensi serta meraih cita-cita.
“Ini sama seperti generasi muda yang membutuhkan mentor, pendamping, dan pelindung agar mereka dapat mencapai cita-cita,” katanya.
Editor : Andre S Negara
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya