TOTALBANTEN.COM, SERANG – Konflik antara Organisasi Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS) Banten dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang belum menemui titik terang.
HAMAS Banten mendesak agar oknum sekuriti yang arogan terhadap masa aksi Hut Kabupaten Serang Ke-500 tahun pada tanggal tanggal 8 oktober 2026 kemarin, yang diduga melakukan kekerasan terhadap mahasiswa diberhentikan secara sah, sekaligus menuntut pertanggungjawaban pejabat terkait hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang.
Ketegangan semakin memanas setelah pertemuan perwakilan HAMAS dengan Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, Zaldi menyampaikan bahwa Wakil Bupati Serang belum bersedia menemui mahasiswa sebelum mereka menyampaikan permintaan maaf.
Pernyataan itu memicu kekecewaan dari pihak HAMAS. Mahasiswa menilai pemerintah daerah justru menempatkan mereka sebagai pihak yang harus meminta maaf, padahal kedatangan mereka sebelumnya bertujuan menemui kepala daerah untuk menyampaikan beberapa tuntutan.
Pengurus Pusat HAMAS Banten, Iqbal Hambali, mempertanyakan kepastian tindakan terhadap oknum-oknum yang diduga melukai mahasiswa dalam insiden sebelumnya.
“Sampai dengan kapan Bapak bisa menerangkan bahwa oknum-oknum yang kemarin melukai kami itu dipecat secara sah. Dan bisa menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati,” kata Iqbal, Senin (12/10/2026).
Ia meminta pemerintah daerah memberikan kepastian atas tuntutan mahasiswa, termasuk menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati Serang agar persoalan tersebut dapat dibicarakan secara langsung.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan HAMAS, Mamat, menegaskan bahwa pihaknya datang membawa dua poin tuntutan yang ingin memperoleh kepastian dari pemerintah daerah.
“Ini intinya dari surat ini, Bapak sanggup enggak menandatangani? Bapak sanggup enggak mengeksekusi hal ini, dua poin ini? Karena kami bertemu dengan Bapak pada malam hari ini membawa dua poin ini sudah cukup menurut kami,” ujar Mamat.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 Selanjutnya