Di tengah tantangan ekonomi global, Andra menyebut ketahanan ekonomi Banten masih terjaga. Pada triwulan II-2026, pertumbuhan ekonomi Banten menembus 5,49 persen (yoy), mengungguli rata-rata nasional sebesar 5,29 persen.
Selain itu, angka inflasi per Agustus 2026 terkendali di posisi 2,95 persen, didukung Nilai Tukar Petani (NTP) yang naik ke angka 113,02. Pemprov Banten juga mencatat realisasi investasi sebesar Rp66,3 triliun pada semester I-2026.
“Bukan hanya investasi yang besar, tetapi investasi tersebut harus berkualitas dan berdampak langsung terhadap perluasan kesempatan kerja,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sektor pendidikan dan SDM, Pemprov Banten mendorong program link and match serta sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, hingga Sekolah Khusus (SKh) swasta.
Dukungan atas capaian Banten juga datang dari pemerintah pusat. Staf Ahli Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik, menilai Banten bukan lagi sekadar daerah penyangga Jakarta, melainkan simpul vital ekonomi nasional.
“Banten memiliki posisi strategis sebagai penghubung Pulau Jawa dan Sumatera yang terintegrasi langsung dengan kawasan ekonomi Jakarta,” jelas Anwar.
Editor : Andre S Negara
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya