Furqon mengatakan pemilihan K3 umum, forklift dan kelistrikan tidak dilakukan tanpa alasan. Ketiga bidang tersebut disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.
Disnakertrans juga melibatkan perusahaan dalam upaya membuka akses penempatan bagi peserta setelah mengikuti pelatihan.
Perusahaan, kata dia, dapat dilibatkan sejak sosialisasi hingga pembukaan maupun penutupan pelatihan. Informasi lowongan kerja yang tersedia juga akan disampaikan kepada peserta melalui bidang yang menangani penempatan tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita biasanya sosialisasikan ke industri. Misalnya di pembukaan kita undang atau penutupan kita undang mereka juga. Kebetulan di penempatan ada bidang Bina Penta, nah itu kita distribusikan. Kalau misalnya ada informasi lowongan, pasti kita informasikan,” tutur Furqon.
Selain tiga pelatihan kerja hasil kerja sama dengan BBPVP Serang, Disnakertrans Kabupaten Serang masih menyiapkan pelatihan lain yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat.
Dua program tersebut yakni pelatihan barista secara tematik untuk desa-desa wisata dan pelatihan security gelombang kedua.
“Adapun yang belum terealisasi itu dari APBN, barista secara tematik untuk desa-desa wisata, terus sama security yang gelombang kedua,” katanya.
Namun, kuota kedua pelatihan tersebut terbatas. Pelatihan barista hanya diperuntukkan bagi 16 peserta, sedangkan pelatihan security direncanakan diikuti sekitar 110 peserta.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya