Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dinkes Banten meminta setiap fasilitas kesehatan memastikan ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis penting. Persiapan meliputi ambulans, sistem rujukan, tabung oksigen, pulse oximeter, obat bronkodilator, inhaler dan spacer, cairan pembilas mata steril, APD serta respirator partikulat seperti N95, KN95 dan KF94 bagi petugas.
Tenaga kesehatan di lapangan juga diminta melakukan pemantauan harian terhadap kasus gangguan pernapasan. Pemantauan diprioritaskan terhadap kelompok rentan, mulai dari bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas hingga warga dengan penyakit kronis.
Data kasus tersebut akan dianalisis dan dikoordinasikan dengan BMKG, BPBD serta Dinas Lingkungan Hidup, terutama terkait kondisi kualitas udara dan konsentrasi partikulat PM2,5 serta PM10. Hasil pemantauan selanjutnya dilaporkan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinkes Banten juga mengingatkan masyarakat melakukan perlindungan dari dalam rumah. Warga diminta menutup rapat pintu, jendela dan celah yang berpotensi menjadi jalan masuk abu vulkanik.
“Tempat penyimpanan air dan makanan juga harus ditutup rapat agar tidak terkontaminasi abu,” kata Ati
Saat membersihkan abu yang masuk ke lingkungan rumah, masyarakat diminta membasahinya terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan. Warga juga diminta menghindari metode menyapu abu dalam kondisi kering.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







