“Misalkan pembentukan APBD, ketika produknya telat, tidak sesuai dengan waktu, berarti ada kendala. Berarti tidak sesuai dengan target,” katanya.
Hal serupa berlaku pada bidang pengelolaan aset. Jika ditargetkan sejumlah dokumen aset dapat diselesaikan menjadi sertifikat, tetapi realisasinya tidak mencapai target, maka akan dilakukan evaluasi.
“Misalkan di aset persertifikatan target kita 100 berkas harus jadi sertifikat. Ternyata di tahun ini kita anggarkan, kita siapkan misalkan 10 buku, pencapaiannya hanya lima sertifikat, akan dilakukan evaluasi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Ishak menilai seluruh bidang di BPKAD Kabupaten Serang saat ini dapat bekerja sebagai satu kesatuan. Jika terdapat bidang yang membutuhkan dukungan, bidang lainnya dapat membantu agar target organisasi tetap tercapai.
“Kalau sekarang di BPKAD sudah lancar semua, tidak ada kendala yang berarti. Karena di BPKAD ini kayak kesatuan. Jadi kalau misalkan satu bidang, akuntansi misalkan kurang maksimal, ada kegiatan ini kita backup juga ke yang lain,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya menempatkan pegawai yang memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya.
“Makanya di BPKAD harus orang-orang yang paham dan betul-betul tahu,” tegas Ishak. (ADV)







