Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah AN mencapai 155/100 mmHg. Dokter kemudian memberikan obat dan meminta petugas melakukan pemantauan kondisi selama sekitar 30 menit.
Namun kondisi AN tidak kunjung membaik. Ia kembali mengeluhkan sesak napas yang disertai nyeri pada bagian punggung. Petugas kemudian memutuskan merujuknya ke Rumah Sakit Jantung Hana Medika.
“Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung melakukan penanganan. Namun berdasarkan pemeriksaan dokter jaga IGD, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.15 WIB akibat henti jantung,” ujar Andri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten guna menjalani pemeriksaan forensik.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis forensik, dr. Donald Rinaldi K., Sp.FM., MHKes, menyimpulkan bahwa AN meninggal akibat serangan jantung.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








