Meski angkanya fantastis, tantangan terbesar ada pada aspek keberlanjutan dan keaktifan lembaga-lembaga tersebut. Andra meminta Dekopin untuk membantu pemerintah melakukan kurasi dan pendataan riil di lapangan guna memetakan koperasi yang aktif dan mati suri.
“Kalau jumlah (6.500 unit) itu aktif semua, kekuatannya bisa menyaingi jumlah industri yang ada di Banten. Jika dioperasionalkan sesuai dengan marwah dan cita-cita asalnya, dampak koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan sangat terasa,” kata Andra.
Merespons tantangan tersebut, Ketua Dekopin Wilayah Provinsi Banten Hasbi Sidik menyatakan kesiapannya sebagai wadah tunggal gerakan koperasi, Dekopin berkomitmen memberikan pembinaan manajemen, pengawasan, serta fasilitasi bagi seluruh koperasi di Banten, termasuk KDKMP yang baru terbentuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dekopin berperan memberikan fasilitasi berkaitan dengan pembinaan kapasitas pengurus dan tata kelola. Kunjungan ini juga menjadi momentum kepengurusan baru kami untuk menyelaraskan program kerja dengan visi pembangunan Pemprov Banten,” tutur Hasbi.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








