Melalui Google Earth, hingga 2012 aliran kali masih terlihat mengalir dari Pintu Air Nuri, melintasi rel kereta di sekitar Stasiun Jurangmangu, lalu menuju kawasan Pondok Jaya.
Namun, pada 2013, jejak aliran tersebut menghilang dari citra, digantikan oleh pembangunan kawasan komersial.
Di lapangan, kondisi itu terkonfirmasi. Aliran dari hulu di Pintu Air Nuri tidak lagi mengalir normal. Pintu air tertutup, dan jika dibuka, air tidak mengikuti jalur lama, melainkan tersedot ke aliran utama akibat sodetan buatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi fisik sungai pun memburuk. Lebar aliran menyempit, dasar sungai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, serta dipenuhi vegetasi liar dan material organik. Air yang mengalir sebagian besar berasal dari limbah domestik, bukan dari sumber alami.
Dimyati menilai, fakta historis dan temuan visual tersebut menjadi dasar kuat untuk melakukan penertiban. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh abai terhadap perubahan bentang alam yang berpotensi merugikan masyarakat.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya