“Turunannya berat. Harus nahan gerobak tiap hari,” katanya.
Proyek ini diketahui dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota Tangerang saat itu, Arif Wismansyah. Meski sempat masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018–2023, implementasinya terhenti tanpa kejelasan.
Minimnya transparansi terkait penggunaan dana CSR dari Jerman pun memunculkan pertanyaan publik. Bagaimana proyek yang telah menggelontorkan miliaran rupiah itu bisa berakhir tanpa operasional?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga kini, belum ada kepastian apakah proyek waterway Sungai Cisadane akan dihidupkan kembali atau dibiarkan menjadi infrastruktur mangkrak.
Yang jelas, di lapangan, warga telah lebih dulu mengalihfungsikan ruang yang gagal dimanfaatkan negara.
Editor : Imam Maulana