Salah satu cabang disebut tak lagi berfungsi sejak lebih dari satu dekade, sementara aliran lain diduga berbelok ke arah Pondok Aren.
Perubahan itu diduga mengubah distribusi debit air. Aliran yang semula terbagi kini terkonsentrasi pada satu jalur, sehingga meningkatkan tekanan pada kapasitas sungai, terutama saat hujan deras.
Dampaknya mulai terasa di wilayah hilir seperti Maharta dan sekitarnya yang disebut lebih rentan banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yayat mengingatkan, perubahan aliran sungai bukan perkara sederhana. Ia menekankan perlunya kajian komprehensif sebelum menyimpulkan adanya pelanggaran.
“Air itu punya tata ruang. Kalau dialihkan, implikasinya pada beban. Saat hujan besar, debit meningkat dan itu yang sering tidak diperhitungkan,” ujarnya.
Editor : Imam Maulan
Sumber Berita : Totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






