Ia bahkan menyebut fenomena hilangnya anak kali sebagai ‘pembunuhan’ terhadap saluran air yang selama ini menopang sistem drainase kota.
“Banyak pembunuhan-pembunuhan kali mati yang sampai sekarang kita tidak tahu siapa yang membunuh,” ujarnya.
Pernyataan itu menyinggung praktik alih fungsi lahan yang diduga menutup atau menguruk saluran air. Dalam sejumlah kasus di kawasan perkotaan, anak kali kerap hilang karena tertutup pembangunan perumahan, kawasan komersial, hingga infrastruktur tanpa perencanaan drainase yang memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kibo menegaskan, jika kondisi ini tidak dipetakan ulang secara serius dalam dokumen RTRW, Tangerang Selatan berisiko menghadapi persoalan banjir yang semakin kompleks di masa depan.
Selain jaringan drainase, PWI juga menyoroti struktur ruang jaringan telekomunikasi, khususnya terkait keberadaan menara BTS dan jaringan fiber optik.
Menurut Kibo, penataan infrastruktur telekomunikasi perlu disinkronkan dengan rencana tata ruang agar tidak menimbulkan konflik ruang maupun persoalan estetika kota.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






