Kibo Soroti ‘Pembunuhan’ Anak Kali di Tangsel, DPRD Diminta Jangan Tutup Mata

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan PWI Kota Tangsel saat menyampaikan aspirasi masyarakat terkait jaringan drainase dan infrastruktur telekomunikasi dalam pembahasan Raperda RTRW 2025-2045 di Gedung DPRD, Rabu (11/3). (Dok: TotalBanten.com)

Perwakilan PWI Kota Tangsel saat menyampaikan aspirasi masyarakat terkait jaringan drainase dan infrastruktur telekomunikasi dalam pembahasan Raperda RTRW 2025-2045 di Gedung DPRD, Rabu (11/3). (Dok: TotalBanten.com)

Ia bahkan menyebut fenomena hilangnya anak kali sebagai ‘pembunuhan’ terhadap saluran air yang selama ini menopang sistem drainase kota.

“Banyak pembunuhan-pembunuhan kali mati yang sampai sekarang kita tidak tahu siapa yang membunuh,” ujarnya.

Pernyataan itu menyinggung praktik alih fungsi lahan yang diduga menutup atau menguruk saluran air. Dalam sejumlah kasus di kawasan perkotaan, anak kali kerap hilang karena tertutup pembangunan perumahan, kawasan komersial, hingga infrastruktur tanpa perencanaan drainase yang memadai.

Kibo menegaskan, jika kondisi ini tidak dipetakan ulang secara serius dalam dokumen RTRW, Tangerang Selatan berisiko menghadapi persoalan banjir yang semakin kompleks di masa depan.

Selain jaringan drainase, PWI juga menyoroti struktur ruang jaringan telekomunikasi, khususnya terkait keberadaan menara BTS dan jaringan fiber optik.

Menurut Kibo, penataan infrastruktur telekomunikasi perlu disinkronkan dengan rencana tata ruang agar tidak menimbulkan konflik ruang maupun persoalan estetika kota.

BACA JUGA :  Tangsel Siapkan Lahan PSEL Cipeucang, Target Olah 1.200 Ton Sampah per Hari

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : Totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru