Menurut Wilmon, pembangunan fisik IPAL ditargetkan mulai bergerak sekitar November 2026. Saat ini, perusahaan masih berkutat di tahap administratif dan teknis, mulai dari perizinan hingga penyusunan desain.
“Gambar perencanaan baru sekitar 60–70 persen. Tidak mungkin membangun kalau desain final belum selesai,” katanya.
Ia juga mengungkap satu faktor yang membuat rencana itu mundur: penanganan kasus cesium yang sebelumnya menyita perhatian internal perusahaan, baik dari sisi waktu maupun anggaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kasus itu cukup menyita waktu dan biaya. Setelah selesai, barulah kami bisa kembali fokus ke IPAL,” ucapnya.
Editor : Engkos Kosasih








