Di tengah kondisi Kabupaten Serang yang masih menghadapi dampak banjir dan keterbatasan alat berat untuk penanganannya, Azwar menilai substansi penambahan anggaran tersebut tidak tepat sasaran.
“Pembelian lahan Bojong Menteng itu kan sudah pernah bermasalah. Maka kami minta Rp10 miliar ditambah Rp4 miliar dialokasikan ke sektor sumber daya air (SDA) untuk penanganan banjir,” kata Azwar.
Menurutnya, pengadaan alat berat seperti kendaraan amfibi yang nilainya berkisar Rp1–2 miliar justru lebih dibutuhkan masyarakat saat ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lebih baik anggaran dialokasikan untuk hal-hal yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat Kabupaten Serang yang sedang dilanda banjir,” ujarnya.
DPRD Tahan Penyerapan Anggaran
DPRD Kabupaten Serang pun mengambil sikap tegas. Banggar meminta DPUPR segera melakukan sinkronisasi ulang anggaran sesuai dengan hasil pembahasan awal APBD. Hingga proses itu dilakukan, DPRD menahan penyerapan anggaran tambahan tersebut.
“Kita berharap pada rapat dengan PU hari Selasa mendatang, anggaran sudah kembali seperti semula. Kalau mau diserap silakan, kalau tidak, kita tidak mengizinkan anggaran itu diserap,” pungkas Azwar.
Hingga berita ini diterbitkan, Total Banten masih terus menggali informasi dan berupaya mengonfirmasi pihak eksekutif terkait asal-usul serta dasar hukum penambahan anggaran Rp73 miliar tersebut.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com






