Wina mengapresiasi dukungan penuh dari para senior, alumni, hingga orang tuanya yang hadir. Ia menyebut dukungan itu sebagai energi besar untuk melanjutkan perjuangan.
“Tanpa doa dan ridho mereka, saya tidak mungkin berdiri di sini,” katanya.
Selain melantik pengurus baru, PMII Banten juga meluncurkan lembaga bantuan hukum (LBH) bernama Sahabat Law Office & Associate. Lembaga ini telah resmi terdaftar dan siap mendampingi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wina, LBH PMII telah menangani berbagai kasus mulai dari Proyek galian ilegal di Cilegon, tawuran di Pejaten, Pengabaian lingkungan di kabupaten Tangerang, hingga kasus calo kerja di kabupaten Serang.
“Kami sudah mampu mengembalikan hak-hak masyarakat. Kini saatnya kader PMII bergerak bukan hanya lewat demonstrasi, tapi juga lewat aksi nyata,” jelasnya.
Ia menegaskan PMII Banten tidak lahir dalam semalam, melainkan hasil perjalanan panjang yang melahirkan banyak alumni berkiprah di posisi strategis. Oleh karena itu, kader muda harus berani tampil disiplin, profesional, dan intelektual.
“Mahasiswa harus punya prinsip. Saat orang lain tidur, kita harus bangun. Saat orang lain bangun, kita sudah jalan. Saat orang lain jalan, kita harus lari. Saat orang lain lari, kita harus terbang,” tegas Wina.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







