Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Pesisir Banten Panik, Lansia dan Balita Diungsikan

Sabtu, 5 September 2026 - 18:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penomena Gunung Anak Krakataw Erupsi, (Dok)

Penomena Gunung Anak Krakataw Erupsi, (Dok)

TOTALBANTEN.COM, SERANG –  Warga pesisir Selat Sunda, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, dibuat geger oleh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Suara dentuman keras, gemuruh, getaran hingga semburan lava pijar membuat sebagian warga panik dan memilih mengungsikan kelompok rentan ke wilayah yang lebih tinggi.

Sejumlah lansia dan bayi mulai diungsikan sejak Sabtu (5/9/2026) dini hari ke rumah sanak saudara di kawasan yang lebih tinggi, tepatnya menuju Kampung Cipanas atau wilayah atas Kampung Cilanas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, aktivitas belajar mengajar di SD Pasauran 1 dan SD Pasauran 2 juga diliburkan. Kebijakan tersebut diambil warga dan pihak sekolah sebagai langkah antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah seorang warga Kampung Pasauran, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Ahmad Zidhan Ramadhan (23), mengatakan suara dentuman disertai getaran mulai dirasakan warga sejak Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Erupsinya mah dari BMKG itu kemarin subuh waktu tanggal 4 sekitar jam 4 hari Jumat,” kata Zidhan saat di konfirmasi malalui Telepon, Sabtu (5/9/2026).

Menurut zidhan, kondisi semakin terasa ketika dentuman keras terdengar sekitar pukul 23.30 WIB. Warga bahkan dapat melihat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dari kawasan pesisir.

BACA JUGA :  Kekosongan Jabatan Kepala OPD di Pemprov Banten Dipastikan Tuntas Sebelum Bulan Ramadan 2026

“Parahnya itu di jam 11.30 itu kerasa dentuman, kerasa ada suara dentuman terus kayak lava itu kelihatan jelas,” ujarnya.

Ia juga mngatakan, Kondisi tersebut membuat sejumlah warga mendatangi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau yang berada di Kampung Pasauran.

Mereka datang untuk memastikan kondisi Gunung Anak Krakatau sekaligus memantau aktivitas vulkanik melalui kamera CCTV.

“Dari situ kita sebagian warga itu mendatangi pos BMKG yang ada di Kampung Pasauran itu. Kita menanyakan terus memantau CCTV langsung di situ. Kata BMKG juga di situ ini Anak Gunung Krakatau itu lagi erupsi terus udah siaga 3 katanya level 3 siaga,” tuturnya.

Zidhan mengatakan sebagian warga mulai mengungsi, terutama lansia dan anak-anak. Mereka diarahkan menuju kawasan yang lebih tinggi di Kampung Cipanas.

“Sebagian warga itu sebagian ada yang udah mulai ngungsi itu lansia dan anak-anak, diungsikan ke kampung atas, Kampung Cipanas. Ada yang pada keluar rumah juga ikut mantau,” katanya.

Kepanikan juga dirasakan warga lainnya. Sebagian memilih keluar rumah, sementara sebagian lainnya bahkan mendatangi kawasan pantai untuk melihat langsung kondisi Gunung Anak Krakatau.

BACA JUGA :  Hak Keuangan dan Perjalanan Dinas Dominasi Belanja DPRD Kota Serang, Serap Hampir Rp60 Miliar

“Panik. Justru itu panik, ada yang ngungsi dan juga ada yang keluar ke pantai ikut mantau langsung gitu keadaannya dan semalam sempat bau belerang juga,” ujar zidhan

Kondisi tersebut kembali terjadi pada Sabtu pagi. Sekitar pukul 07.30 WIB, dentuman kembali terdengar dan getaran dirasakan warga.

“Nah, tadi pagi juga sekolah diliburkan di SD Pasauran 1 dan juga SD Pasauran 2 diliburkan, takutnya ada hal yang tidak diinginkan,” katanya.

“Nah, tadi sekitar jam 07.30-an tuh setengah 8 pagi. Itu mulai lagi. Itu malah lebih parah kayaknya dari semalam. Ada, iya, dentuman terus kaca, pintu itu pada getar,” sambung zidhan

Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung hingga Sabtu pukul 04.40 WIB.

Erupsi tersebut disertai suara gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau di Pasauran, Banten. Aktivitas vulkanik juga ditandai semburan lava pijar yang terlihat menyerupai air mancur atau lava fountain.

BACA JUGA :  Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan aktivitas erupsi masih berlangsung hingga Sabtu pagi.

“Iya masih,” kata Suwarno.

Namun, aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak dapat terlihat dari pos pemantauan lantaran kawasan gunung tertutup kabut.

Di tengah aktivitas erupsi tersebut, laporan mengenai suara dentuman dan getaran dari sejumlah wilayah pesisir Banten turut bermunculan. Fenomena itu menjadi perhatian lantaran waktunya berdekatan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Badan Geologi meminta masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal informasi resmi Badan Geologi dan PVMBG.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga kini terus dipantau petugas untuk mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik serta memastikan informasi peringatan dini dapat segera disampaikan kepada masyarakat.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 SRU Dikerahkan, Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil
Kejari Serang Cabut Perwalian Anak Korban Kejahatan, Wali Pengganti Ditunjuk
Masih Nihil! Basarnas Banten Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi GAK
5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan
Bikin Geger Warga Serang, Niat Buang Sampah Malah Temukan Mayat
Pemkab Serang Siapkan Pasokan 400 Ton Sampah untuk PSEL Kota Serang Tahun 2027
Dinkes Kabupaten Serang Salurkan Masker bagi Warga Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Tabrakan dengan Truk Boks di Depan KP3B, Pengendara Motor Meninggal di Lokasi

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:40

7 SRU Dikerahkan, Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

Rabu, 9 September 2026 - 12:53

Kejari Serang Cabut Perwalian Anak Korban Kejahatan, Wali Pengganti Ditunjuk

Selasa, 8 September 2026 - 22:30

Masih Nihil! Basarnas Banten Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi GAK

Selasa, 8 September 2026 - 22:00

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Bikin Geger Warga Serang, Niat Buang Sampah Malah Temukan Mayat

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page