TOTALBANTEN.COM, SERANG – Krisis air bersih melanda Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten, selama lebih dari empat bulan.
Warga terpaksa menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan harus membeli air tangki dan mengandalkan bantuan dari kerabat yang bekerja di Arab Saudi.
Kondisi tersebut dirasakan langsung masyarakat. Aktivitas rumah tangga seperti mandi, mencuci pakaian hingga memasak ikut terdampak akibat sulitnya mendapatkan air bersih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga Kubang Puji, Rifki Sukmawan, mengatakan kekeringan telah berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan.
“Kurang lebih kita mengalami kekeringan sekitar tiga sampai empat bulan,” kata Rifki, Senin (31/8/2026).
Menurut Rifki, kelangkaan air bersih membuat warga harus mengubah kebiasaan sehari-hari. Penggunaan air benar-benar dibatasi agar persediaan yang ada bisa mencukupi kebutuhan keluarga.
“Kalau mandi yang tadinya tiga kali sehari, jadi sekali sehari. Terus nyuci baju yang tadinya pakai mesin cuci sekarang manual nyucinya. Terus buat masak juga kebanyakannya beli galon,” ujarnya.
Warga pun mencari jalan keluar dengan membeli air bersih menggunakan uang hasil swadaya. Namun, di tengah kondisi tersebut, bantuan justru datang dari Arab Saudi melalui seorang warga setempat yang bekerja di negara tersebut.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







