Karena itu, FORTEGIF akan mendampingi kelompok tani selama enam bulan dengan monitoring dan evaluasi setiap bulan.
Evaluasi tersebut mencakup perkembangan biaya operasional atau biaya pokok produksi (BOP), hasil panen, serta kemampuan kelompok tani dalam memproduksi sarana pertanian secara mandiri.
“Kami dampingi selama enam bulan, setiap bulan ada pendampingan. Kita lihat bagaimana biaya produksinya, apakah turun atau meningkat, kemudian hasilnya juga dievaluasi. Tujuannya supaya petani betul-betul mandiri nantinya,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah tahap awal dan pendampingan berjalan, program akan dilanjutkan dengan pembuatan demplot atau lahan percontohan sebagai tempat praktik bersama. Selanjutnya, direncanakan kegiatan kick-off berupa panen bersama yang melibatkan PT Pegadaian dan dinas terkait.
Baharudin berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi model pemberdayaan petani yang berkelanjutan.
Ia juga menyebutkan bahwa keberlanjutan program dan perkembangan kelompok tani selama enam bulan pertama akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan dukungan lanjutan.
Pegadaian Siapkan Shelter Pupuk dan Dukungan Sarana Pertanian
Selain memberikan edukasi dan pendampingan, program TGIF juga diarahkan pada penyediaan sarana pendukung pertanian.
Baharudin menjelaskan, salah satu fasilitas yang direncanakan adalah shelter atau tempat produksi pupuk organik komunal. Fasilitas ini nantinya diharapkan menjadi pusat produksi pupuk bagi kelompok tani.
Dukungan sarana juga mencakup traktor tangan atau hand tractor yang telah disalurkan sebelum kegiatan pelatihan. Adapun bantuan peralatan dan sarana pertanian lainnya akan diberikan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan program.
“Yang pertama kita berikan edukasi dan sosialisasi. Kemudian kita bangunkan shelter untuk tempat pembuatan pupuk, termasuk dukungan traktor. Untuk kebutuhan lainnya akan bertahap, kita lihat perkembangan selama enam bulan dulu,” jelasnya.
Menurut Baharudin, apabila kelompok tani menunjukkan perkembangan positif dan mampu menjalankan program secara konsisten, dukungan berikutnya berpeluang mencakup sarana pendukung lain, seperti ternak domba atau sapi, serta peralatan pertanian tambahan.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya