“Mata bisa mengalami iritasi dan berpotensi menimbulkan infeksi. Untuk kulit, biasanya bisa dibersihkan, meskipun bagi orang yang sensitif dapat menimbulkan reaksi alergi. Namun, yang paling perlu diperhatikan adalah mata dan saluran pernapasan,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Efrizal mengatakan, penanganan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau dilakukan secara lintas instansi. Pemerintah daerah, kata dia, terus memantau perkembangan kondisi dan menyiapkan langkah mitigasi sesuai kewenangan masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bupati sudah menginstruksikan semua pihak untuk bergerak. Menurut saya, yang paling utama saat ini adalah penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Dinas Kesehatan, BPBD, dan pihak terkait terus melakukan pemantauan,” ujar Efrizal.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mematuhi imbauan pemerintah demi mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Editor : Engkos Kosasih







